Bank Sulsel Bantu Bantaeng 5.000 Bibit Pohon

Bantaeng, Tribun Bisnis - Samudera Bank Sulsel Meluap tidak meluapkan hadiah puluhan hadiah untuk nasabahnya. Bank Sulsel juga turut meluapkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan bantuan bibit pohon penghijauan.

Pada road show Bank Sulsel di Kabupaten Bantaeng, Direktur Umum Bank Sulsel Nasruddin Nawawi menyerahkan bantuan 5.000 bibit pohon kepada Ketua Tim Penggerak PKK Bantaeng Lies F Nurdin.
Penyerahan dilakukan usai gerak jalan santai Bank Sulsel yang start dan finis di Lapangan Lompobattang, Bantaeng, Jumat (5/12) kemarin. Selain bantuan bibit, Bank Sulsel juga menyerahkan 2.500 eksamplar buku pelajaran untuk membantu pendidikan gratis di daerah berjuluk Butta Toa ini.
Penyerahan bantuan buku dilakukan Nasruddin Nawawi kepada Bupati Bantaeng M Nurdin Abdullah. "Pemberian bibit dan buku tersebut merupakan wujud kepedulian Bank Sulsel untuk mendukung program Go Green Pemprov Sulsel dan pendidikan gratis," terang Nasruddin Nawawi.
Dijelaskan, kegiatan gerak jalan santai yang melibatkan nasabah dan masyarakat umum merupakan bagian dari program peduli nasabah. Program ini merupakan kali ketiga di tahun 2008. Sedang program road show di Bantaeng ini merupakan yang pertama.
Dari Bantaeng, road show akan dilanjutkan ke Kota Parepare, Palopo dan Watampone. Pelaksanaan di Bantaeng, kata Nasruddin, terkait keberhasilan nasabah di daerah ini yang berhasil memenangkan hadiah utama 1 unit mobil Toyota Vios pada undian Samudera Bank Sulsel Meluap periode I dan II.
Untuk membantu masyarakat dalam bentuk kredit, Direktur Umum Bank Sulsel minta Pemkab Bantaeng menambah modal disetor yang selama ini Rp 11 miliar untuk memperkuat struktur modal Bank Sulsel.
Sementara Bupati Nurdin Abdullah pada kesempatan itu mengemukakan potensi wilayahnya yang diharapkan menjadi salah satu daerah penyanggah pangan di Sulsel. Bantaeng memiliki lahan subur yang terbagi tiga klaster laut, dataran, dan pegunungan.(muis)

Seguir leyendo...

Aksa Mahmud: Bank Sulawesi Mendesak

Makassar, 21/6 (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI, H Aksa Mahmud mendesak para gubernur di Sulawesi segera merealisasikan pembentukkan Bank Sulawesi yang merupakan gabungan (merger) bank-bank daerah guna memperkuat lembaga keuangan kawasan dalam upaya menarik kepercayaan investor asing dan domestik.
"Kalau mau Sulawesi ini lebih maju, pembentukkan bank Sulawesi menjadi sangat penting karena bank-bank daerah yang ada sekarang sulit diandalkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kawasan," katanya pada pertemuan gubernur se Sulawesi di Hotel Clarion Makassar, Jumat malam.

Pertemuan itu dihadiri Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sultra H Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju, Gubernur Sulawesi Barat H Anwar Adnan Saleh, Gubernur Gorontalo H Fadel Muhammad sedangkan Gubernur Sulawesi Utara Sarundajang diwakili Asisten I Setdaprov Sulut.
Para gubernur didampingi Sekdaprov, Ketua Bappeda dan Ketua DPRD masing-masing daerah serta sejumlah kepala dinas.
Menurut Aksa yang juga Ketua Dewan Bisnis Sulawesi itu, sampai saat ini, belum ada bank daerah di Sulawesisangat yang menjadi bank devisa dan belum satupun yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pendiri kelompok usaha Bossowa Grup ini mengatakan, tidak adanya bank daerah di Sulawesi yang menjadi bank devisa dan listing di BEI menyebabkan kepercayaan investor rendah.
"Kalau investor kurang percaya, bagaimana kita mau bangun ekonomi kawasan ini," ujarnya.
Provinsi di Sulawesi yang telah memiliki bank daerah saat ini adalah Sulsel, Sulteng, Sultra, Sulut dan Gorontalo.
Kalau bank-bank daerah ini bisa merger, maka posisinya akan lebih kuat sehingga bisa dipercaya untuk menjadi bank devisa. Dengan kepercayaan itu, bank Sulawesi itu nanti bisa menjual saham di bursa effek sehingga permodalannya makin kuat dan pengelolaannya kian profesional.
Gubernur Sulawesi Barat H Anwar Adnan Saleh mendukung ide pembentukkan Bank Sulawesi karena tidak mungkin membangun Sulawesi tanpa investor. Sementara investor tidak mungkin datang kalau tidak ada lembaga keuangan yang kuat dan dipercaya.
Ketika ditanya apakah mungkin menggabungkan bank-bank daerah di Sulawesi dalam era otonomi dimana ego kedaerahan semakin mencolok, Anwar Adnan mengatakan, "kalau semua gubernur mempunyai komitmen yang sama untuk membangun kawasan ini secara bersama-sama, maka pembentukkan bank Sulawesi itu adalah hal yang mudah."

Seguir leyendo...

Panin Buka KCP Latimojong

* SiAga Bukopin Bisnis Diluncurkan
Makassar, Tribun - Panin Bank Makassar kembali menambah kantor pelayanan dengan membuka kantor cabang pembantu (KCP) Latimojong.
"Penambahan kantor layanan itu untuk semakin memudahkan nasabah mengakses layanan Panin," ujar Business Banking Manager Bank Panin, Hudli Huduri, di Makassar, Rabu (18/6).
Branch Manager Panin Bank Makassar Tenri "Onny" Gappa meresmikan kantor KCP Latimojong tersebut. Layanan di KCP persis sama dengan kantor cabang utama dan online.

KCP Latimojong merupakan yang ke-13 dan merupakan KCP yang ketiga dibuka tahun ini. Bulan depan, Panin akan kembali membuka KCP di Tanjung Bunga dan selanjutnya di Bone.
Selain di Makassar, KCP Panin juga hadir di Kota Parepare, Kota Palopo, dan Gowa. “Dengan penambahan KCP maka jangkauan penyaluran kredit dan DPK lebih luas dan cepat,” kata Tenri.
Bank Bukopin
Di kesempatan terpisah Bank Bukopin juga meluncurkan produk tabungan terbarunya, Tabungan SiAga Bukopin Bisnis, di de Luna Cafe & Resto, kemarin.
Peluncuran yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia itu dihadiri Manager Bisnis Konsumer Bank Bukopin Makassar, Tacuk Purwono, Manager Bisnis UMKMK Bank Bukopin Makassar, Bambang Kuntjoro, dan Manager Pelayanan dan Operasi Bukopin Makassar, Syofiadi.
Tacuk menjelaskan, spesifikasi dari SiAga Bukopin Bisnis yakni memiliki fleksibilitas tinggi dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang sangat mendukung bisnis, di antaranya kemampuan untuk mencatat setiap detil data transaksi yang dikehendaki nasabah.
Fitur unggulan tabungan ini adalah adanya fasilitas total limitasi per hari yang unlimited serta layanan joint account.(mel/fik)

Seguir leyendo...

Bank Mandiri Genjot Kredit Komersial

Jakarta, Tribun - Bank Mandiri akan menggenjot penyaluran kredit untuk sektor komersial pada 2008 ini.
"Karena kredit komersial sejak tahun lalu terus mengalami pertumbuhan signifikan, meski jumlahnya masih lebih rendah dibawah kredit korporat banking," ujar Direktur Bidang Bank Komersial Bank Mandiri Zulkifli Zaini di Jakarta, Rabu (18/6).
Pada 2007 perkembangan komersial banking tinggi bila dibandingkan dengan korporat banking yang mencapai 34,5 persen pertumbuhannya sedangkan komersial banking mencapai 29 persen.

Ia menjelaskan, kredit komersial hingga akhir tahun 2007 mencapai Rp 31,4 triliun sedangkan hingga Maret 2008 sudah mencapai Rp 33 triliun. Kredit komersial mengambil komposisi hingga 30 persen dari kredit Bank Mandiri, sementara korporat mengambil porsi 40 persen.
"Tahun 2008 ekspansi kredit kita bisa mencapai 22 persen, kita harapkan bisa lebih besar dari realisasinya nanti," ujar Zulkifli.
Kredit komersial hingga semester I-2008 diprediksi masih akan tetap meningkat permintaannya. Selama ini, kredit komersial paling banyak disalurkan untuk sektor agro, konstruksi, industri.
"Yang paling besar adalah sektor perindustrian hingga 12 persen dan sektor Agro mencapai delapan persen," rincinya.
Bank Mandiri sedang berpikir untuk menaikkan suku bunga komersial yang saat ini ditetapkan 12-13 persen.
Kenaikan itu untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan juga karena kenaikan biaya. Bank Mandiri juga belum melihat adanya pengurangan permintaan kredit meski suku bunga cenderung naik.
"Dengan adanya sukubunga yang naik, kita belum melihat ada pengurangan permintaan kredit. Perusahaan yang sudah ada rencana akan tetap melanjutkan," tandasnya, seperti dilansir detikcom.(fir)

Kredit Macet Pengusaha Naik

KETUA Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo menilai meningkatnya ketidakmampuan (gagal bayar) pelaku usaha dalam pengembalian kredit pasca kenaikan harga BBM sudah sampai pada tingkat mengkuatirkan.
"Kadin mendesak Menko Perekonomian (Sri Mulyani) segera merespon peningkatan kredit macet (NPL) dari kalangan pelaku usaha dengan kebijakan bermuatan insentif bagi dunia usaha," kata Bambang, Rabu (18/6).
Menurut dia, dunia usaha butuh insentif agar bisa bertahan ditengah ketidakpastian sekarang, sekaligus untuk memperkecil potensi NPL.
Bambang mengatakan peningkatan NPL belakangan ini menjadi petunjuk bahwa kekuatan dunia usaha kita terus melemah.(Persda Network/aco)

Seguir leyendo...

BPRS Milik Bosowa Buka Cabang Palopo

Makassar,Tribun - PT BPRS Dana Moneter anak perusahaan Bosowa Corporation kembali akan membuka cabang baru di Palopo. Pembukaan cabang baru perusahaan tersebut telah mendapat persetujuan Bank Indonesia.
Demikian ungkap Komisaris Utama PT BPRS Dana Moneter Melinda Aksa kepada Tribun, Selasa (3/6).

Melinda menjelaskan, perkembangan volume usaha BPRS selama periode pemeriksaan (13 bulan) mengalami peningkatan sebesar Rp 1,6 miliar (37,63 persen), yaitu dari Rp 4,31 miliarmenjadi Rp 5,93 miliar.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya dana pihak ketiga yang dihimpun berupa Tabungan Wadiah sebesar Rp 891,8 juta, tabungan Mudrabah Rp 200,1 juta, dan deposito Mudharabah Rp 50 juta, serta laba meningkat Rp 344,7 juta.
"Pada sisi aktiva, terjadi peningkatan penempatan pada bank lain sebesar Rp 702,4 juta dan piutang Murabahah sebesar Rp 1,30 miliar," tambah Direktur Utama Andi Muh Yusuf.(fik)

Seguir leyendo...

Tribun Bisnis

Foto saya
Adalah blog berita ekonomi-bisnis pertama di Indonesia timur yang dikelola oleh Firmansyah (Lafiri) seorang Jurnalis Ekonomi dan Bisnis di Sebuah Media Kelompok Kompas Gramedia (KKG) di Makassar, Tribun Timur yang Gelisah untuk Pertumbuhan Ekobis di KTI dan Baru Gatel untuk Ngeblog. Email: firitribun@yahoo.com. Blog ini menghimpun tulisan dan liputan ekonomi-bisnis di Tribun Timur dan di media Kelompok Kompas Gramedia di Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara