Ambon, MM.- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Ir B. Gaspersz, MT menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan penertiban kendaraan di Maluku terutama di Kota Ambon dan pulau Seram.
Hal tersebut disampikan Gaspersz kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (29/5). Program ini sebenarnya program lama, dan mungkin karena keterbatasan SDM maka belum dapat dilakukan hingga kini.
“Jujur saja aparat dinas perhubungan untuk penertiban sangat minim, karena terkait dengan SDM, dan bukan saja di Maluku tapi juga diseluruh Indonesia. Tapi secara kontinyu Dirjen perhubungan darat sudah perintahkan kita untuk sesegeranya melakukan penertiban,” paparnya.
Dia menambahkan, secara nasional sudah dicanankan untuk dilakukan pada 29 juni, namun karena gejolak kenaikan BBM, maka pelaksanaannya mengalami kemunduran. Kita akan laksanakan di Maluku dalam waktu dekat, terutama di Ambon dan Seram.
Masih menurutnya, kita sudah surati ke Dishub Malteng dan SBB untuk sama-sama melakukan hal tersebut. Dan yang mesti dilakukan adalah membuat pemisahan terhadap kendaraan. Upaya optimalisasi pelaksanaannya di lapangan, maka kita akan ikutsertakan pihak jasa raharja, kepolisian, dan kita akan memeriksa semua aspek, apakah itu perijinannya, pengujiaannya, jasa raharja dan lain sebagainya. (rickho)Harian Mimbar Maluku
Dishub Ambon Akan Tertibkan Kendaraan
Diposting oleh FirmansyahTarif Angkot di Ambon Naik
Diposting oleh FirmansyahAmbon, MM.- Kenaikan tarif angkutan kota (Angkot) sesuai keputusan Walikota Ambon, Drs M.J Papilaja pada tanggal 27 Mei yang lalu menuai keluhan dari sebagian masyarakat.
Saat di temui MM di pasar Mardika, sederetan ibu-ibu yang sementara menjajakan jualannya mengungkapkan kalau kenaikan tarif itu sangat berdampak pada biaya transportasi mereka untuk mendatangkan barang dagang ke pasar, sehingga keuntungan yang mereka raup otomatis menurun.
Bila hal ini tetap bertahan ibu-ibu tersebut memastikan akan terjadi kenaikan harga barang dagangan sesuai dengan kenaikan harga transportasi.
Terlepas dari keluhan ibu-ibu, Febrian Sindang Sisiwa kelas satu, sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri Ambon ini pun mengeluhkan kenaikan harga angkot juga terasa oleh para sisiwa. Pasalnya, harga angkot yang tadinya hanya seribu rupiah sudah menjadi seribuh lima ratus rupiah. Dengan kenaikan tarif tersebut, ia menjadi cemas kalau beban orang tua mereka untuk membiayai pendidikan mereka akan bertambah. Dengan nada pesimis, febrian menyoalkan bagimana nasip rekan-rekan siswa lainya yang termasuk kategori orang miskin. “Jangan sampai teman-teman saya yang berasal dari keluarga kurang mampu akan putus sekolah karena tidak sanggup” ungkap Febrian.
Senada dengan Febrian, salah satu mahasiswi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ria Lowing, juga sempat keluhkan kenaikan tarif angkot tersebut. Pasalnya sebagai mahasiswa kami mempunyai banyak tanggungan keuangan untuk biaya perkuliahan, kalau ditambah lagi dengan kenaikan tarif angkot, secara langsung sangat membebani anggota masyarakat secara keseluruhan dan pelajar secara khusus. Namun dibalik keluhan tersebut, Lowing memahami kalau kenaikan tarif itu disesuaikan dengan kenaikan BBM, karenanya ia mengharapkan agar pemerintah tetap mencari solusi untuk meringankan beban masyarakat.
Berbeda dengan keluhan sebelumnya, Ampi seorang sopir angkot jalur Bentas mengeluh kalau kenaikan tarif yang ditetapkan walikota masih menyusahkan mereka. Pasalnya, bahwa kenaikan itu tidak sebanding dengan kenaikan BBM yang digunakan untuk menghidupkan mobil mereka, ditambah pula dengan kenaikan harga setoran kepada para pemilik kendaraan. Karena itu, ampi mengusulkan agar pemkot juga bisa berkomunikasi dengan pemilik usaha angkot agar mereka tidak menaikan harga setoran. (anes)Harian Mimbar Maluku - Ambon
