BBM Baru Masuk ke Sulbar Malam Hari

Mamuju, Tribun Bisnis - Malam hari baru warga Sulbar menikmati bahan bakar minyak (BBM). Hal ini sudah terjadi selama tiga hari terakhir ini, mulai Rabu (3/12) hingga Jumat (5/12).

Keresahan akibat terlambatnya BBM sampai di Sulbar ini dirasakan oleh masyarakat khususnya di tiga kabupaten utama Polman, Majene, dan Mamuju.
"Sudah tiga hari ini mobil pengangkut bensin baru tiba pada malam hari. Kemarin jam 8 malam baru ada bensin. Terpaksa harus antre menunggu giliran untuk dapat bensin. Makanya, saya selalu terlambat sampai di Mamuju," kata Herman, salah seorang sopir angkutan trayek Parepare-Mamuju.
Hampir di semua SPBU, mulai dari Polman hingga Mamuju, tidak punya stok BBM pada siang hari. Karena begitu terisi pada malam hari, langsung habis pada malam itu juga.
"Bayangkan kalau ada ratusan mobil dan motor yang isi BBM tentu saja langsung habis. Masalahnya, pengelola SPBU juga memberikan kesempatan kepada pedagang pengecer untuk membeli," kata seorang warga Mamuju, Alauddin.
Alaudin mengaku kecewa kepada pengelola SPBU dan juga Pertamina yang dinilainya diskriminasi dalam mendistribusikan BBM ke wilayah Sulbar.
"Masalahnya, kalau pihak SPBU memberikan juga bensin kepada pedagang pengecer, pedagang ini akan menjualnya dengan harga tinggi mencapai Rp 8.000 per botol," ungkap Alauddin.
Menurut Herman, ia mendapat informasi jika stok BBM untuk wilayah Sulbar dikurangi untuk tiap SPBU. Biasanya 16 ribu liter sekarang hanya 8.000 liter.
Secara umum, jumlah SPBU mulai dari Polman hingga Mamuju adalah sembilan buah. Jumlah SPBU di Polman adalah lima buah, dua di dalam kota Polewali, satu di Kecamatan Wonomulyo, satu di Kecamatan Campalagian, dan satu di Kecamatan Tinambung.
Di Majene terdapat dua buah, satu di dalam kota Mamuju, yang satunya lagi di Kecamatan Malunda. Di Mamuju juga terdapat dua di dalam kota.(rus)

Seguir leyendo...

Harga Pelumas di Makassar Naik 20 Persen

Makassar, Tribun - Melambungnya harga minyak mentah dunia, menyebabkan kenaikan harga base oil (bahan baku pelumas), biaya transportasi, dan kemasan pelumas. Akibatnya, kenaikan harga pelumas tidak bisa dihindari.
Asisten Manager Eksternal Relation Unit Pemasaran BBM dan Ritel PT Pertamina (Persero), Nadjamuddin Madjid, di Makassar, Selasa (6/3), mengatakan, harga pelumas/oli mengalami kenaikan 15-20 persen awal Juni ini.

Pertamina misalnya, mulai menaikkan harga pelumasnya per 2 Juni 2008 yang berlaku untuk semua jenis pelumas baik otomotif maupun industri.Hanya saja, Pertamina belum mengecek berapa harga di tingkat pengecer.
Direktur CV Mandiri Antarnusa Niaga (MAN), distributor Petronas, David Gosal, mengatakan, pelumas Petronas akan naik pada 15 Juni 2008. Alasan kenaikan harga karena harga minyak dunia terus meroket.
Akibatnya, base oil, biaya transportasi, dan harga kemasan (drum). Kemasan yang kami maksud adalah drum. Harga drum telah naik hampir dua kali lipat," katanya. Kenaikan harga ini berlaku untuk semua jenis pelumas.
Harga pelumas yang ditawarkan Petronas masih harga lama. Misalnya, pelumas untuk pelumas mobil jenis mineral Rp 130 ribu per galon (kapasitas empat liter).
Pelumas mobil jenis synthetic harganya Rp 190 ribu per galon. Sedangkan untuk pelumas sepeda motor, harganya Rp 25 ribu per liter (jenis mineral) dan Rp 30 ribu per liter (jenis synthetic).(eki)

Petronas Penetrasi ke Daerah

DIREKTUR CV Mandiri Antarnusa Niaga (MAN), distributor Petronas, David Gosal, mengatakan, pasar pelumas Petronas dinilai cukup baik. Tahun 2007, Petronas masuk dalam jajaran tiga besar penjualan pelumas impor di Makassar.
"Kami masuk tiga besar dalam penjualan oli impor di Sulsel," katanya. Tahun ini, Petronas akan lebih memantapkan pasarnya di daerah-daerah, seperti Bone, Parepare, Palopo, dan Sulawesi Tenggara.
Dia menilai bahwa Petronas bertekad untuk menjadi pemain utama dalam pemasaran pelumas di dunia. Akhir tahun lalu, Petronas telah mengakuisisi perusaha oli terbesar di Eropa dan Amerika Latin, yaitu Selenia.(eki)

Seguir leyendo...

Pertamina Balikpapan Diduga Jual BBM Subsidi ke Industri

BALIKPAPAN, BPOST - Jajaran pimpinan Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan, diperiksa Tim Reskrim Polda Kaltim. Pemeriksaan itu terkait dugaan penjualan solar bersubsidi kepada kapal asing.
Polisi telah menyita ribuan kilo liter solar yang ditimbun di sebuah bunker milik sebuah perusahaan swasta. Ditreskrim Polda Kaltim telah menetapkan seorang karyawan PT Sinar Pasific --mitra kerja Pertamina-- berinisial J sebagai tersangka.

Direskrim Polda Kaltim, Kombes Arief Wicaksono mengatakan pihaknya memeriksa sang general manager, Gisi Santoso dan mantan general manager UPms VI Balikpapan, Iqbal Hasan terkait kasus tersebut.
"Kami menemukan PT Sinar Pasific, mitra kerja Pertamina menjual solar bersubsidi kepada kapal swasta dan kapal asing dengan harga industri. Itu jelas pelanggaran," katanya.
Kasusnya bermula dari terbongkarnya penyelundupan 3.700 kilo liter solar.
Solar bersubsidi itu ditimbun di bungker service PT Sinar Pasific sebanyak 1.200 ton solar, dan sisanya diangkut kapal LCT untuk menyuplai ke kapal pelayaran Indonesia dan asing.
Padahal Pertamina Balikpapan selama ini diketahui melakukan kerja sama dengan Sinar Pasific untuk penjualan solar bersubsidi untuk kapal-kapal milik pemerintah.
Jurubicara Pertamina UPms VI Balikpapan, Bambang Irianto mengaku, solar yang disita polisi adalah milik Pertamina. Namun selama ini memang melayani pembelian untuk bahan bakar kapal bersubsidi dan industri.
"Selama ini, Pertamina melayani kebutuhan solar kapal lewat Stasiun Pengisian BBM Umum terapung milik PT Sinar Pasific," jelasnya.
Sang manajer, Giri Santoso, pun mengelak menyebut kasus itu sebagai pelanggaran. "Tidak ada pelanggaran yang dilakukan PT Sinar Pasific selaku mitra kita," ujarnya di Balikpapan, Jumat (30/5).
Dia membantah solar subsidi yang ada di bunker dijual ke pihak industri. "Siapa yang bilang begitu, kan itu harus dibutikan dulu," tandasnya.
Menurut dia, bunker tersebut tidak perlu diawasi karena solar di dalamnya itu milik Pertamina. Kemarin, Giri kembali menjalani pemeriksaan di Mapolda dengan status saksi.
Mengenia hasil pemeriksaan, dia enggan berkomentar. "Tanyakan kepada penyidik, jangan tanya ke saya," ujarnya sambil ngeloyor pergi.
Sehari sebelumnya,, Giri juga dimintai keterangan terkait kontrak kerja dengan PT Sinar Pacific. Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan pengawas bunker service bernisial J sebagai tersangka.
Sedangkan bunker service di Teluk Balikpapan berikut isinya 1.200 ton solar juga telah di-police line untuk dijadikan barang bukti. Menurut Kombes Arif Wicaksono untuk sementara pemeriksaan saksi maupun saksi ahli dianggap cukup.
"Langkah selanjutnya penyidik melakukan analisis. Tidak menutup kemungkinan mereka akan diperiksa lagi," ujarnya.

Tak Terganggu
Kasus di Pertamina itu membuktikan adanya kebocoran suplai BBM yang terjadi selama ini. Dimungkinkan tindakan itu pun mempengaruhi pasokan ke wilayah kerjanya, temasuk Kalsel.
Sebulan menjelang maupun pascakenaikan harga BBM, hampir seluruh SPBU di Kalsel kekurangan pasokan solar. Akibatnya, SPBU- SPBU dipenuhi antrean kendaraan.
Namun, Bambang Irianto, yang juga menjabat Asisten Manager Eksternal Pemasaran BBM Retail Region VI, mengatakan, pasokan solar dan premium ke Kalsel berjalan normal . Pengiriman menggunakan beberapa buah kapal tanker bermuatan antara 1.000-3.500 kilo liter.
"Kapal-kapal itu membongkar muatan di Depo Pertamina Kuin Banjarmasin dan Depo Kotabaru," ujarnya, kemarin.
Menurutnya, pasokan juga dilakukan secara shit to shift (SPS) dengan Kapal OSB Cilacap yang mampu memuat 35.000 kilo liter. Kapal itu bongkar BBM di laut, atau perlu waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kotabaru.
Sayangnya, Bambang mengaku tidak tahu pasti rata-rata pasokan BBM dari Pertamina Balikpapan ke Kalsel. "Maaf, saya tidak hapal, kebetulan saya tidak pegang data," ujarnya.
Dia hanya memberi gambaran bahwa pengangkutan dilakukan setiap hari. Baik menggunakan kapal-kapal milik Pertamina maupun perusahaan swasta yang dicarter.
Ditambahkan oleh Budhi Busama, Sales Area Pemasaran BBM Pertamina Ritel Kalselteng, secara umum pasokan BBM dari Balikpapan hingga saat ini lancar. Demikian pula pasokan dari Depo Banjarmasin ke SPBU-SPBU.
"Saya kira tidak perlu lah angka detil harus diketahui. Masyarakat itu yang penting pasokan BBM selalu ada, bukan angka-angka itu," ujarnya.
Mengenai BBM yang dikeluarkan Depo Banjarmasin tiap harinya disebutkan antara lain,premium rata-rata 850-900 kilo liter, solar 600-650 kilo liter dan minyak tanah 550-600 kilo liter.
Di mata pengusaha SPBU di Banjarmasin, pasokan BBM dari depo juga tak ada yang berubah.
Arif, pengawas SPBU Jalan S Parman Banjarmasin, mencontohkan, pasokan premium ke SPBU-nya sebanyak 30.000 liter dan solar 10.000 liter.
Sementara Arlin, pengawas SPBU Sabilal Muhtadin mengaku lega karena sudah tidak ada antrean panjang lagi. Sedangkan tangki pemasok juga tidak lagi terlambat datang. (TK/m19/bdu/ff)

Seguir leyendo...

Tribun Bisnis

Foto saya
Adalah blog berita ekonomi-bisnis pertama di Indonesia timur yang dikelola oleh Firmansyah (Lafiri) seorang Jurnalis Ekonomi dan Bisnis di Sebuah Media Kelompok Kompas Gramedia (KKG) di Makassar, Tribun Timur yang Gelisah untuk Pertumbuhan Ekobis di KTI dan Baru Gatel untuk Ngeblog. Email: firitribun@yahoo.com. Blog ini menghimpun tulisan dan liputan ekonomi-bisnis di Tribun Timur dan di media Kelompok Kompas Gramedia di Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara