Jenderal, Keramahan Ala Endong


ANDA ingin disapa sebagai seorang jenderal? Lewatlah di depan Endong Patompo. Anggota DPRD Sulsel itu punya keramahan yang khas dengan menyapa setiap orang dengan panggilan jenderal.

Begitu pun jika Endong membalas SMS atau menerima telepon, sapaan jenderal dari "anak kolong" itu akan terdengar.(fir)

Seguir leyendo...

Harga Rumah Naik 25 Persen

Makassar, Tribun - Pengembang di daerah ini merencanakan menaikkan harga rumah untuk semua tipe dan segmen antara lima hingga 15 persen.

Kenaikan itu menyusul lonjakan harga bahan bangunan yang terpicu oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

"Ini kenaikan bertahap. Harusnya kami naikkan antara 20 persen hingga 25 persen," ungkap Ketua Real Estate Indonesia (REI) Idris Manggabarani yang dihubungi Tribun, Kamis (29/5).

Kenaikan tahap selanjutnya, menurut Idris, menunggu perbaikan daya beli masyarakat dulu. "Kira-kira dalam tiga-empat bulan ke depan akan naik lagi. Itu terpaksa kami lakukan untuk menutupi biaya produksi," katanya.

Harga bahan bangunan saat ini melonjak 30 persen sampai 80 persen. Kondisi ini harus disikapi pengembang dengan menaikkan harga rumah.

Namun, Idris memastikan untuk rumah yang hampir selesai tidak akan naik. "Kenaikan harga berlaku untuk rumah baru dibangun," tuturnya. Untuk rumah tipe sederhana sehata (Rsh) pun pengembang memastikan untuk mengevaluasi.

Akibat naiknya biaya produksi dan kenaikan yang hanya 5-15 persen, menurut Idris pengembang mengalami selisih margin hingga 10 persen. "Sedangkan bagi pengembang yang menerapkan sistem inden dipastikan tidak akan mendapatkan apa-apa atau rugi besar," tegasnya.


Rumah Mewah
Di kesempatan terpisah, "sesepuh" REI Sulsel Muhammad Aras juga memastikan kenaikan harga untuk rumah tipe mewah (menengah- atas).

"Untuk rumah kelas atas dengan harga Rp 400 juta ke atas harganya paling tinggi naik sekitar 10 persen hingga 15 persen. Hal ini karena pembeli rumah berkategori mewah tersebut hanya menjangkau kalangan tertentu saja. Di samping pembangunannya sangat terbatas," katanya.

Aras tengah membangun perumahan Bumi Tirta Gardini yang berlokasi di Jl Racing Center. Perumahan itu akan menjadi komplek perumahan elite yang dibangun untuk kalangan menengah ke atas.

Ada empat kelas tipe yang dibangun di perumahan tersebut, mulai dari tipe 125 hingga 175 dan satu tipe khusus yang dibangun berdasarkan pesan khusus.

"Meski baru dalam tahap pembangunan awal, saat ini sudah 20 perumahan tersebut laku terjual. Untuk pelayanan KPR saya menggandeng Panin Bank dan untuk konstruksi saya bersama lembaga pembiayaan Bank BTN," katanya.

Bangunan perumahan elite dan mewah yakni di bangun diatas lahan seluas tiga hektare dengan harga tanah kosong di wilayah tersebut sekitar Rp1,5 juta per meter menyebabkan berbagai tipe di perumahan tersebut dijual dengan harga Rp 420 juta hingga Rp 2 miliar untuk rumah berkategori tipe khusus.(fik/fir)

Seguir leyendo...

Jangan Bodoh Investasi di Tabungan-Deposito

Kolom Investasi

KEBANYAKAN orang menaruh dananya di tempat yang "aman" seperti tabungan dan deposito bank. Padahal bila Anda masih muda (di bawah umur 40), maka ini ironis. Karena sebenarnya tabungan dan deposito malahan tidak aman. Kalau Anda punya uang Rp 100 juta yang ditaruh dalam deposito, dengan bunga misalnya 12 persen per tahun.

Maka jumlah bunga yang Anda dapatkan pada akhir tahun adalah Rp 100 juta x 12 persen = Rp 12 juta. Tetapi, bila dipotong pajak bunga deposito sebesar 15 persen, maka bunga yang Anda dapatkan adalah Rp 10,2 juta pada akhir tahun.

Sehingga sebetulnya, suku bunga yang Anda dapatkan setelah pajak adalah 10,2 persen per tahun. Masalahnya, apakah bunga yang besarnya Rp 10,2 juta tersebut bisa terus menerus membeli barang dan jasa yang harganya Rp 10,2 juta setiap tahunnya.

Jawabannya jelas tidak karena dalam 12 tahun terakhir rata-rata kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi di Indonesia adalah 13,35 persen per tahunnya. Dengan asumsi ini maka sebetulnya suku bunga riil yang Anda dapatkan adalah: suku bunga setelah pajak (10,2 persen) dikurangi inflasi (13,35 persen) sama dengan minus 3,15 persen.

Artinya, bila pada saat ini Anda menginvestasikan uang Rp 100 juta, maka deposito yang memberikan bunga 12 persen per tahun sebelum pajak, setelah 10 tahun saldo riil Anda pada akhir tahun ke 10 adalah Rp 72.609.969.

Dengan kata lain, uang Anda menyusut sebesar 3,15 persen per tahunnya. Inilah kenapa banyak orang yang gagal secara keuangan. Mereka terlalu fokus pada masalah keamanan investasinya ketimbang berusaha mengambil risiko yang lebih besar. Resiko besar berguna untuk mendapatkan keuntungan lebih besar guna mengalahkan tingkat inflasi.

"Dengan fokus pada investasi yang aman-aman saja, maka hasil investasi riil yang didapatkan juga tidak besar," ujar perencana keuangan Safir Senduk. Bahkan cenderung minus seperti dalam contoh di atas.

Jika Anda ingin menumpuk kekayaan, maka apa yang harus Anda lakukan adalah dengan berani mengambil risiko yang lebih besar sehingga bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih besar.(firmansyah)

Seguir leyendo...

Tanggapan Pengusaha Makassar Jelang Kenaikan UMP

Makassar, Tribun - Pengusaha di Sulsel cenderung pasrah dengan rencana pemerintah menaikkan UMP yang dipicu oleh lonjakan inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM tersebut.

Tanggapan itu dikemukakan Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Halim Razak, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar Anggiat Sinaga, dan Ketua Asosiasi Jagung Indonesia (Ajindo) Yusran Paris yang dihubungi terpisah, Rabu (28/5).

Menurut Halim, seharusnya kenaikan UMP itu harus bersamaan dengan kenaikan harga BBM sehingga tidak perlu menunggu pekerja menuntut kenaikan UMP.

"Kenaikannya (UMP) tentunya ada hitungan sendiri dari pemerintah, tapi menurut saya kenaikannya tidak boleh kurang dari 15 persen," tuturnya.

Halim mengaku, di perusahaannya sendiri akan segera menaikkan gaji karyawan tanpa menunggu pemerintah menaikkan UMP.

Sedangkan Yusran berharap sebelum kenaikan UMP itu, sebaiknya pemerintah kembali mengajak pengusaha untuk membicarkan bersama rencana itu.

"Kenaikan UMP kan tergantung besarnya inflasi, jadi kita berharap UMP tak naik hinga 10 persen," kata calon kandidat Bupati Wajo itu.

Sementara Anggiat menolak rencana itu. Menurutnya sejak Januari 2008 lalu pemerintah sudah menetapkan UMP 2008 dengan kenaikan 10 persen dari tahun sebelumnya.

"Sehingga kita berharap tidak ada lagi kenaikan susulan karena dalam kondisi bertahan pun pengusaha sudah sangat luar biasa sulitnya, apalagi ada tambahan biaya tetap perusahaan," ujarnya.

Anggiat mengkhawatirkan, jika antara pengusaha dan pekerja tidak arif untuk menyikapi kondisi saat ini maka yang terjadi adalah PHK. "Dan ini akan lebih mahal biaya sosialnya," tegasnya.(fir)

Seguir leyendo...

Anekdot Erwin Aksa tentang Orang Bugis-Makassar


MAU perbedaan orang Bugis-Makassar dengan orang Jepang? Tanyakan kepada CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa.

Calon kandidat Ketua BPP Hipmi itu bercerita di suatu ketika. "Orang Jepang pasti ada di sebuah pesawat yang alami kecelakaan, karena orang Jepang suka melakukan perjalanan," tuturnya.

Sedangkan orang Bugis-Makassar, konon menurut Erwin, bisa ditemukan dengan mudah saat ada perkelahian. "Kalau bukan yang berkelahi, ya yang kasi berkelahi orang," ujarnya sembari terkekeh.(fir)

Seguir leyendo...

Tribun Bisnis

Foto saya
Adalah blog berita ekonomi-bisnis pertama di Indonesia timur yang dikelola oleh Firmansyah (Lafiri) seorang Jurnalis Ekonomi dan Bisnis di Sebuah Media Kelompok Kompas Gramedia (KKG) di Makassar, Tribun Timur yang Gelisah untuk Pertumbuhan Ekobis di KTI dan Baru Gatel untuk Ngeblog. Email: firitribun@yahoo.com. Blog ini menghimpun tulisan dan liputan ekonomi-bisnis di Tribun Timur dan di media Kelompok Kompas Gramedia di Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara